Ayo Antre Pertamax Jangan Premium Sahabat Milenial



Apa kabar sahabat semua..., kita pantas bersyukur saat ini karena masih bisa menikmati langit biru yang cerah. Persis seperti pada waktu kita kecil menggambar pemandangan langit selalu dengan warna biru ditambah aksesoris sepotong atau dua potong awan, kalau dirasa kurang lengkap kita tambahkan pula matahari kekuningan yang menyembul tersenyum dari balik awan. Coba bayangkan kalau langit berubah menjadi hitam gelap karena penuh dengan polusi asap kendaraan yang kita naiki setiap hari. Kita tentu akan terburu-buru menyalakan lampu, mataharipun mungkin akan tersedak kena asap kendaraan kita dan berusaha menyibakkan asap yang mengganggu pemandangannya sehingga bisa menyinari dunia kembali, membantu fotosintesis bunga-bunga indah di taman, membantu mengeringkan jemuran ibu-ibu he..he..,dan sebagainya.
Sahabat, kita memang tidak bisa menghilangkan polusi tetapi paling tidak kita bisa ikut menguranginya, bagaimana caranya? Salah satunya mengurangi pemakaian kendaraan pribadi, gunakanlah kendaraan umum. Sering kita saksikan satu kendaraan hanya diisi oleh satu orang saja, padahal kapasitasnya bisa sampai 6 atau 7 penumpang. Dengan menggunakan kendaraan umum disamping mengurangi polusi juga akan mengurangi kemacetan. Atau pakai model berangkat bareng teman yang searah, itu juga bisa mengurangi polusi. Cara lain adalah dengan menggunakan BBM yang memiliki bilangan oktan tinggi. Bilangan oktan atau research octane number (RON) merupakan angka yang menunjukkan kekuatan tekanan atau kompresi BBM terhadap mesin. Semakin tinggi kadar oktan akan berdampak baik terhadap kinerja mesin. Dengan BBM beroktan tinggi, residu atau kotoran sisa pembakaran pada mesin bisa diminimalisir.
Begini sahabat alasan kenapa kita harus beralih menggunakan Pertamax dibanding Premium.
Premium atau biasa disebut bensin merupakan BBM jenis distilat yang memiliki warna kekuningan yang jernih. Premium mengandung RON 88, yang merupakan kadar paling rendah diantara BBM kendaraan bermotor yang dipasarkan SPBU Pertamina di Indonesia.
Dari Segi teknologi:
Penggunaan Premium dalam mesin berkompresi tinggi akan menyebabkan knocking. Premium di dalam mesin kendaraan akan terbakar dan meledak tidak sesuai gerakan piston. Knocking menyebabkan tenaga mesin berkurang sehingga terjadi pemborosan atau inefisiensi. Kandungan RON dalam Premium adalah RON 88.
Dari Segi Ekonomi:
knocking berkepanjangan mengakibatkan kerusakan pada piston sehingga komponen tersebut lebih cepat diganti, Dibanderol dengan harga paling murah (di Subsidi oleh Pemerintah)
Dari Segi Polusi yang dihasilkan:
Menghasilkan NOx dan COx dalam jumlah besar. Gas ini dihasilkan dari reaksi pembakaran dalam mesin yang nantinya dilepaskan ke udara sebagai polusi udara. NOx adalah indikator senyawa biner Nitrogen Oksida (angka x bisa menunjukkan antara NO / NO2), sedangkan COx adalah indikator senyawa Carbon Oksida (angka x bisa menunjukkan antara CO / CO2 / CO3).
Dari Segi Pembuatan:
Produksi Premium lebih banyak komponen lokal, dalam pembuatannya menggunakan tambahan pewarna (dye). Memiliki kandungan sulfur maksimal 0,15 persen m/m atau setara dengan 1500 ppm.
Pertamax merupakan BBM berwarna biru-kehijauan yang dibuat menggunakan tambahan zat aditif. Pertamax diluncurkan pada tahun 1999 sebagai pengganti Premix 98 karena unsurnya MTBE (Methyl Tert-Butyl Ether) yang berbahaya bagi lingkungan. Pertamax sangat disarankan pada mesin kendaraan bermotor yang diproduksi setelah tahun 1990, terutama kendaraan yang menggunakan teknologi catalytic converters (pengubah katalitik) dan electronic fuel injection (EFI). Bahan bakar yang mempunyai RON 92 juga selain Pertamax adalah Shell Super dan Petronas Primax 92.
Dari Segi Teknologi:
Pertamax dapat menerima tekanan pada mesin berkompresi tinggi sehingga dapat bekerja dengan optimal pada gerakan piston. Hasilnya, tenaga mesin yang menggunakan Pertamax lebih maksimal. Pembakaran pada Pertamax Lebih sempurna daripada Premium dan Pertalite karena memiliki kadar RON 92.
Dari Segi Ekonomi:
BBM jenis Pertamax tidak disubsidi oleh pemerintah sehingga harganya mengikuti harga internasional
Dari Segi Polusi yang dihasilkan:
Menghasilkan NOx dan Cox dalam jumlah yang sangat sedikit.
Dari Segi Pembuatan:
Mengandung Ethanol sebagai peningkat bilangan oktannya.
Sahabat harga Pertamax memang lebih mahal bila dibanding Premium, namun harga mahal Pertamax tersebut akan tertutupi dengan banyaknya manfaat seperti yang sudah disebut di atas. Justru kita barangkali malah akan bisa lebih berhemat bila menggunakan Pertamax.
Pemakaian Pertamax Ron 92 yang lebih ramah lingkungan sehingga kualitas udara lebih terjaga, lebih sehat dan langitpun tetap biru. Langit Biru juga mempunyai makna masa depan yang cerah, optimis dan penuh dengan harapan-harapan baru. Bagaimana tidak, kalau langit gelap atau mendung saja kita pasti akan buru-buru untuk sampai tujuan hingga kita merasa aman. Sebagai Generasi Langit Biru, sahabat adalah Generasi Milenial yang saya percaya lebih mementingkan kualitas hidup untuk masa depan lebih baik dibanding hanya sekedar mencari murah diawal saja namun mahal diakhir. Kenapa saya katakan murah diawal mahal diakhir? Iya sahabat, di awal kita membeli dengan harga murah namun dampak kerusakannya akan kita rasakan kemudian yang lebih mahal. Tubuh kita akan terpapar racun karena lingkungan sudah terkontaminasi dengan polusi udara, kendaraan kita pun akan lebih cepat rusaknya yang seharusnya bisa kita investasikan untuk jangka panjang. Ayo sahabat milenial, kita jaga bersama bumi yang kita cintai ini. Salam.
#GenLangitBiru
Sumber:
https://perspektifofficial.com/2016/08/08/perbedaan-5-tipe-bbm-di-indonesia/  
www.pertamina.com

2 komentar:

  1. Haha...jadi inget dulu sering bikin gambar gunung dan ada langit biru bermatahari kuning. Ternyata kita semua sama yah...

    Pertamax kualitasnya debes deh...

    BalasHapus
  2. Iya, gambaran semua anak2 kayaknya sama ya.. Jangan lupa pakai pertamax ya mbak...

    BalasHapus